JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (27/11) sore, di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap rilis data ekonomi domestik pada pekan depan.
IHSG ditutup melemah 56,27 poin atau 0,65 persen ke posisi 8.545,86. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 12,74 poin atau 1,47 persen ke posisi 852,03.
Sepanjang Kamis, IHSG dibuka menguat, bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor properti yang naik sebesar 1,74 persen, diikuti oleh sektor transportasi dan logistik, dan sektor industri yang masing-masing naik sebesar 0,58 persen dan 0,15 persen.
Sedangkan tujuh sektor melemah yaitu sektor barang konsumen primer turun paling dalam sebesar 0,85 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor keuangan yang masing-masing turun 0,54 persen dan 0,53 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SOTS, BBYB, TNCA, CBTN dan ARKO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni JAWA, UNTD, CRSN, TRUK dan DNAR.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.962.871 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 51,91 miliar lembar saham senilai Rp27,69 triliun. Sebanyak 283 saham naik, 382 saham menurun, dan 144 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain Indeks Nikkei menguat 922,48 poin atau 1,90 persen ke 49.582,00, indeks Shanghai menguat 5,84 poin atau 0,15 persen ke 3.864,18, indeks Hang Seng menguat 33,53 poin atau 0,13 persen ke posisi 25,928,08 dan indeks Straits Times menguat 15,93 poin atau 0,36 persen ke posisi 4,501,56.***
