JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (24/11) sore ditutup mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau All Time High (ATH) ditopang oleh pengocokan ulang (rebalancing) indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI).
IHSG ditutup menguat 155,90 poin atau 1,85 persen ke posisi 8.570,25. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 17,67 poin atau 2,09 persen ke posisi 863,35.
Sepanjang Senin, IHSG dibuka menguat, bergerak di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas atau sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 2,73 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 2,52 persen dan 2,50 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DOOH, BMHS, DGNS, BOGA, dan INET. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PURI, KOKA, NAYZ, MEJA dan PGJO.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.551.884 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 51,65 miliar lembar saham senilai Rp45,65 triliun. Sebanyak 343 saham naik, 297 saham menurun, dan 172 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 1.198,06 poin atau 2,40 persen ke 48.625,88, indeks Hang Seng menguat 496,48 poin atau 1,97 persen ke 25.716,57, indeks Shanghai menguat 1,87 poin atau 0,05 persen ke 3.836,77 dan indeks Strait Times menguat 27,49 poin atau 0,62 persen ke 4.496,07.***
