JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (19/11) sore, seiring dengan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) ditahan di level 4,75 persen, sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar.
IHSG ditutup menguat 44,65 poin atau 0,53 persen ke posisi 8.406,58. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,46 poin atau 0,65 persen ke posisi 848,97.
Sepanjang Rabu, IHSG dibuka menguat, bergerak di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang naik sebesar 1,49 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor konsumen primer yang masing-masing naik sebesar 1,09 persen dan 1,00 persen.
Sedangkan tiga sektor melemah yaitu sektor teknologi turun paling dalam sebesar 0,50 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor transportasi & logistik yang masing-masing turun 0,41 persen dan 0,05 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TIFA, BUKK, FMII, SGRO, dan LIFE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni JATI, PURI, KONI, TMPO dan ESTA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.249.421 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 45,14 miliar lembar saham senilai Rp30 triliun. Sebanyak 335 saham naik, 285 saham menurun, dan 191 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 162,98 poin atau 0,33 persen ke 48.540,00, indeks Hang Seng melemah 99,38 poin atau 0,38 persen ke 25.830,03, indeks Shanghai menguat 6,93 poin atau 0,18 persen ke 3.946,74 dan indeks Strait Times menguat 4,03 poin atau 0,09 persen ke 4.508,70.***
