JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (4/11) sore, seiring ekspektasi pelaku pasar bahwa The Fed akan menunda pemangkasan lanjutan terhadap suku bunga acuannya.
IHSG ditutup melemah 33,17 poin atau 0,40 persen ke posisi 8.241,91. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,14 poin atau 0,25 persen ke posisi 841,84.
Sepanjang Selasa, IHSG dibuka menguat, bergerak di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor industri yang turun sebesar 2,43 persen.
Sedangkan sepuluh sektor melemah yaitu sektor properti turun paling dalam sebesar 2,43 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor kesehatan yang turun masing-masing sebesar 1,96 persen dan 1,17 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu CINT, FPNI, PTSP, ATIC, dan UVCR. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KBLV, RISE, KDTN, ASLI dan AEGS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.344.670 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,53 miliar lembar saham senilai Rp19,43 triliun. Sebanyak 207 saham naik, 439 saham menurun, dan 165 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia, antara lain indeks Nikkei melemah 840,34 poin atau 1,60 persen ke 51.571,00, indeks Hang Seng melemah 205,96 poin atau 0,79 persen ke 25.952,40, indeks Shanghai melemah 16,33 poin atau 0,41 persen ke 3.960,19 dan indeks Strait Times melemah 26,32 poin atau 0,59 persen ke 4.418,01.***
