JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (2/10) sore, seiring pelaku pasar cenderung mengabaikan shutdown (penutupan) Pemerintah Amerika Serikat (AS).
IHSG ditutup menguat 27,26 poin atau 0,34 persen ke posisi 8.071,08. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,20 poin atau 0,15 persen ke posisi 783,29.
Sepanjang Kamis, IHSG dibuka menguat, betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang menguat sebesar 2,24 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 1,61 persen dan 1,06 persen.
Tiga sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 0,27 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor Industri yang masing-masing turun sebesar 0,27 persen dan 0,07 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SULI, ASLI, DIVA, TNCA dan ESTA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni GTRA, UFOE, TRIS, TOSK dan ARTA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.618.855 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 43,26 miliar lembar saham senilai Rp26,85 triliun. Sebanyak 321 saham naik, 337 saham menurun, dan 138 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain Indeks Nikkei menguat 432,65 poin atau 0,97 persen ke 44.983,50, indeks Shanghai menguat 20,25 poin atau 0,52 persen ke 3.882,78, indeks Hang Seng menguat 431,56 poin atau 1,61 persen ke posisi 27,287,12 dan indeks Straits Times menguat 72,09 poin atau 1,67 persen ke 4.395,21.***
