Julian Nagelsmann dan Leon Goretzka, siap mengembalikan kejayaan Jerman.
WINSTON-SALEM – Timnas Jerman mengusung misi besar di Piala Dunia 2026. Mereka bertekad menebus kegagalannya di dua edisi piala dunia terakhir. Jerman ingin mengembalikan kepercayaan suporternya.
Setelah menjadi juara Piala Dunia 2014, kiprah Jerman terjun bebas. Die Mannschaft langsung tersingkir di fase grup berturut-turut Piala Dunia 2018 dan 2022. Tak ayal pasukan Julian Nagelsmann itu pun tidak banyak diunggulkan di piala dunia kali ini.
Jerman ada di Grup E bersama tim debutan Curacao, Ekuador dan Pantai Gading. Pemain tengah Jerman Leon Goretzka mengungkapkan, timnya enggan memikirkan kegagalan-kegagalan itu dan fokus menatap ke depan dalam upaya melaju jauh di Piala Dunia 2026.
“Sudah pasti, kami ingin memperbaiki keadaan. Kenangan tidak terlalu mengganggu kami lagi, tapi memang benar bahwa perasaan euforia dan kebersamaan dengan fans mungkin tidak lagi seperti dulu. Mereka sedikit kehilangan keyakinkan pada kami, dan kami ingin sekali memenangkan hati mereka lagi. Sebenarnya itulah motivasi pribadi terbesarku, dan seperti halnya dengan seluruh tim,” kata Goretzka seperti dikabarkan situs FIFA.
Goretzka mengatakan setiap tim memang ingin belajar dari pengalaman. “Anda bisa dan seharusnya belajar dari kesalahan, sedangkan memikirkannya terus-menerus tidak akan membawa kebaikan bagi kami. Kami sekadar ingin melihat ke depan dan mengambil kesempatan di depan kami. Kami tahu kami punya sebuah tim yang bagus,” urai Goretzka.
Goretzka juga menolak penilaian bahwa timnya merupakan salah satu tim unggulan. “Situasinya memang sedikit berbeda dibandingkan turnamen-turnamen sebelumnya. Jujur saja, saya rasa kami tidak akan masuk dalam jajaran tim favorit utama. Walaupun demikian, ada ekspektasi yang sangat tinggi terhadap kami sebagai negara sepak bola, dan itu sudah semestinya,” kata Goretzka.
Di ajang akbar nanti, Jerman sebenarnya tetap bergelimang pemain bintang seperti Leroy Sane, Florian Wirtz, Kai Havertz, Joshua Kimmich, Antonio Ruediger sampai Manuel Neuer.
“Kami memiliki beberapa pemain bintang di tim kami, dan saya percaya bahwa jika kami semua fit dan dalam performa terbaik, kami bisa mencapai banyak hal di Piala Dunia ini. Jika kami mampu berkembang sebagai sebuah tim selama turnamen berlangsung, tidak ada yang tidak mungkin. Namun, saya tidak melihat kami sebagai favorit utama,” ujarnya.
Sementara Nagelsmann bicara tentang identitas, kepercayaan dan bagaimana Jerman mencapai Piala Dunia 2026 sebagai penantang, bukan favorit. Semangat juang, tekat kuat, mentalitas khas Jerman” itu semua adalah atribut yang Nagelsmann percaya bisa membentuk tim Jerman yang hebat di masa lalu, tapi mungkin kini hilang seiring berjalannya waktu.
“Umumnya, tim Jerman selalu memiliki permainan yang intensif dan mengandalkan fisik. Kami mungkin kehilangan itu semua dalam beberapa tahun terakhir,” kata di situs FIFA.
Bagi Ngelsmann, ini semua tentang bagaimana mengenali dan memahami apa yang diinginkan tim Jerman sebenarnya, bukan hanya soal sepak bola. Selama bertahun-tahun, gaya permainan Jerman selalu intens untuk menguras tenaga lawan, baik secara teknik, maupun fisik. Meskipun tidak ingin berpaku pada masa lalu, namun itulah yaang inginn ia kembalikan. “Kita harus tetap berpikiran terbuka dan menerima pengaruh dari gaya permainan yang lebih modern”, jelasnya.
Nagelsmann tidak menyangkal bahwa Jerman bukan favorit, namun hal itu tampaknya tidak menggoyahkan keyakinan seorang pelatih terhadap timnya. “Saya melihat tim kami sebagai penantang, bukan sebagai favorit. Dan itu merupakan sebuah hal yang positif bagi kami,” ujarnya.
Tampaknya, ia menerapkan pendekatan yang berbeda dari turnamen-turnamen sebelumnya, mengurangi tekanan dan ekspektasi, serta lebih fokus kepda pengembangan dan semangat kolektif. Ia rupanya sangat senang berbicara tentang kepercayaan, memberi kesempatan kepada pemain muda memikul tanggung jawab, dan siap jika mereka akan melakukan kesalahan.
“Seperti dalam aspek kehidupan lainnya, semua bermuara pada kepercayaan. Kita harus percaya kepada para pemain, dan percaya bahwa mereka akan tampil maksimal,” kata Nagelsmann.
Jerman akan membuka turnamen Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Curacao di Houston pada 14 Juni 2026 mendatang.***
