Prosesi gunting pita.
BOGOR (LB)— Baby Panda yang lahir satu-satunya di dunia tahun 2025 dan diberi nama Satrio Wiratama (dipanggil Rio) oleh Presiden Prabowo Subianto, diperlihatkan pertama kali secara resmi kepada masyarakat Indonesia, di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia, Kabupaten Bogor, pada Selasa (9/6/2026).
Bayi panda Rio merupakan keturunan induk Hu Chun dan pejantan Cai Tao, pasangan Panda raksasa yang dihadiahkan oleh Presiden Tiongkok Xi Jin Ping kepada Indonesia pada tahun 2017 melalui kerjasama konservasi Internasional.
Acara tersebut dihadiri oleh Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Siping, Menteri Kehutanan yang diwakili oleh Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan Dr. Ahmad Munawir, Bupati Bogor Rudy Susmanto, Ketua Umum PKBSI (Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia) H. Rahmat Shah, Pendiri TSI Jansen Manansang, Komisaris TSI Tony Sumampou, Frans Manansang, Aswin Sumampau, John Sumampau, Direktur Operasional TSI Esther Manansang, Ketua PPIT (Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok) S. Suryadi H, dan sejumlah perwakilan organisasi masyarakat, instansi pemerintah serta akademisi.

Dalam kata sambutannya, Atase Kebudayaan Kedubes Tiongkok Wang Siping, menyampaikan kebanggaannya melihat Indonesia mampu menjaga dengan baik panda raksasa, yang merupakan harta nasional Tiongkok sekaligus salah satu spesies purba yang masih bertahan hingga saat ini.
“World Wide Fund for Nature menyebut panda raksasa sebagai salah satu hewan paling ikonik dan paling dicintai di dunia. Pada saat yang sama, panda juga dikenal sebagai duta persahabatan,” Wang Siping.
Menurutnya, kehadiran panda raksasa tidak hanya menjadi simbol upaya konservasi satwa langka, tetapi juga mencerminkan eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Indonesia berhasil mengembangbiakkan panda raksasa di Indonesia dengan kelahiran bayi panda Rio (Satrio Wiratama), panda raksasa yang lahir di Indonesia pada 27 November 2025.
Bupati Bogor Rudy Susmanto yang juga menyampaikan kata sambutan, menilai bahwa panda ini merupakan simbol persahabatan antara dua negara besar. Menurutnya panda tersebut dapat mempersatukan diplomatik yang baik antara Indonesia dengan Tiongkok.Bupati Rudy Susmanto juga menyebut bahwa kelahiran Baby Rio pada tahun 2025 lalu merupakan momen bersejarah.


“Lahirnya baby giant panda ini merupakan momen yang paling ditunggu setelah delapan tahun penantian. Mengawinkan panda itu bukan sesuatu hal yang mudah, butuh perjuangan, butuh kasih sayang, dan 2027 genap sepuluh tahun apabila panda ini tidak berkembang biak di Indonesia maka panda akan pulang ke Tiongkok,” katanya.
Di samping itu, kelahiran baby Rio ini seperti kado bagi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di tahun pertama kepemimpinannya.
Bahkan, Prabowo Subianto yang langsung memberikan nama untuk bayi panda tersebut yang memiliki arti sebagai simbol keberanian, kemuliaan, dan semangat menjaga kelestarian alam.
Dalam memperkenalkan Rio kepada publik, TSI menempatkan kesejahteraan satwa sebagai prioritas utama. Seluruh proses dirancang dengan mempertimbangkan prinsip animal welfare, termasuk pengaturan area pandang, arus kunjungan, tingkat kebisingan, dan waktu observasi yang optimal. Tim profesional TSI terus melakukan pemantauan intensif setiap hari untuk memastikan kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan perilaku Rio.

“Kami terus mengembangkan kemampuan Rio melalui program pelatihan terstruktur yang disesuaikan dengan kebutuhan perkembangannya. Rio tidak hanya sekedar panda yang sehat, tetapi representasi nyata dari komitmen ilmiah dan dedikasi dalam konservasi,” ujar drh. Bongot Huaso Mulia, VP Life Science Taman Safari Indonesia.
Hu Chun dan Cai Tao tiba di Indonesia pada 2017 sebagai bagian dari “Panda Diplomacy” bilateral, merayakan enam dekade hubungan diplomatik antara Indonesia dan Tiongkok. Penempatan pasangan panda ini di TSI merupakan hasil perjanjian kemitraan konservasi selama 10 tahun yang ditandatangani oleh kedua pemerintah, menjadikan kelahiran Rio sebagai bukti nyata kolaborasi konsisten kedua negara dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati global.
Nama “Satrio Wiratama,” yang berarti “pejuang pemberani dan mulia” dalam bahasa Jawa, dipilih oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, menekankan pentingnya konservasi spesies yang terancam punah dan nilai-nilai mulia dalam upaya pelestarian alam.
Kehadiran Rio telah menarik perhatian jutaan masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak dan generasi muda. Panda muda ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata edukasi berkualitas, tetapi juga sarana pembelajaran mengenai konservasi satwa liar, pentingnya perlindungan habitat, dan nilai kerja sama internasional dalam menjaga spesies terancam punah.
“Rio adalah bukti nyata bahwa ketika standar ilmiah, dedikasi tim, dan kemitraan internasional berjalan secara terpadu, pencapaian yang luar biasa menjadi mungkin. Taman Safari Indonesia memikul tanggung jawab ini dengan sepenuh komitmen bukan semata sebagai lembaga konservasi, melainkan sebagai mitra strategis Indonesia dalam menjaga warisan hayati dunia,” kata Esther Manansang, Direktur Operasional TSI Esther Manansang. **
