Gubernur Banten, Andra Soni (kiri) meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang.
SERANG (LB)- Gubernur Banten, Andra Soni memastikan Sekolah Rakyat Provinsi Banten di Kabupaten Pandeglang siap menampung sekitar 500 peserta didik berasal dari keluarga kurang mampu pada Tahun Ajaran 2026-2027.
“Sekolah Rakyat Pandeglang diproyeksikan mampu menampung sekitar 500 siswa dari berbagai daerah di Banten, dengan prioritas utama warga Kabupaten Pandeglang,” kata dia dalam keterangan di Serang, Selasa (9/6).
Dia menjelaskan fasilitas yang dibangun memadai, meliputi gedung pendidikan, asrama, gedung serbaguna, dapur, kantin, rumah ibadah, dan sarana pendukung lainnya.
Pembangunan ditargetkan rampung pada akhir Juni dan sekolah mulai beroperasi pada Juli 2026.
“Progresnya sesuai dengan yang ditargetkan. Target operasional di Juli,” katanya.
Dia menjelaskan kehadiran Sekolah Rakyat menjadi peluang besar anak-anak berasal dari keluarga tidak mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.
Program ini wujud prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming dalam memperluas akses pendidikan dasar dan menengah.
Terkait dengan progres fisik, pihak Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Nabil Muhammad, melaporkan pembangunan Sekolah Rakyat Pandeglang telah mencapai 67,71 persen. Sejumlah bangunan utama kini sudah memasuki tahap pemasangan atap.
“Untuk Pandeglang sudah 67,71 persen, sementara Sekolah Rakyat di Lebak sekitar 66,42 persen,” ujar dia.
Ia menegaskan percepatan pembangunan terus dilakukan melalui penambahan tenaga kerja, peralatan, material, serta pengerjaan arsitektur yang dilakukan secara paralel.
Proses seleksi dan verifikasi calon siswa sekolah tersebut saat ini masih terus berjalan.
Koordinator Wilayah Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Banten, Farhah Syibli menjelaskan verifikasi dilakukan secara dari rumah ke rumah di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten.
Sasaran utama penerima manfaat ini anak berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam Desil 1 dan Desil 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sekolah Rakyat Pandeglang direncanakan membuka masing-masing tiga rombongan belajar untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kapasitas 30 siswa per kelas. Farhah menyebutkan saat ini kuota untuk siswa SMA telah terpenuhi, sedangkan verifikasi untuk pendaftar SD dan SMP masih berlangsung guna mengisi sisa kursi yang tersedia. *
